Hasil Pertemuan Kementan-Asosiasi: Harga Ayam Sepakat di Rp19.500 per Kg

HARGA AYAM: Kementerian Pertanian (Kementan) akan terus mengawasi kesepakatan harga ayam di tingkat peternak - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) telah memanggil sejumlah asosiasi peternak ayam di Tanah Air. Forum yang digelar Kementan menyepakati harga ayam Rp 19.500 di tingkat peternak.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan, harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak disepakati oleh pelaku usaha perunggasan minimal Rp 19.500 per kg untuk bobot hidup 1,8 kg ke atas. Harga ini merupakan harga psikologis untuk menjaga keberlangsungan usaha peternak.

"Tadi kembali kami melakukan pertemuan dengan kementerian lembaga terkait dan juga seluruh asosiasi, kemudian perusahaan peternakan ayam broiler juga koperasi untuk bersama-sama mengambil komitmen harga penjualan ayam hidup di tingkat peternak yaitu di angka minimal Rp 19.500 untuk bobot 1,8 kg ke atas,” kata Agung mengutip keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).

Penyesuaian harga dilakukan setelah memperhitungkan kenaikan biaya pakan dan aspek terkait lainnya. “Dengan minimal Rp 19.500, ini merupakan harga yang bisa diterima oleh seluruh pelaku dan tentu ini akan menjaga keberlanjutan dari produksi ayam ras kita,” sebutnya.

Dia menuturkan, penyesuaian harga juga menjadi mandat langsung Menteri Pertanian/Kepala Bapanas, Andi Amran Sulaiman. Khususnya mengatur stabilisasi harga ayam dan telur di tingkat peternak.

Agung menegaskan, pemerintah akan terus mengawal implementasi kesepakatan tersebut dan mengambil langkah tegas jika ditemukan pelanggaran di lapangan.

"Kalau menemukan para pelaku yang melakukan pelanggaran kami akan tindak sesuai dengan kewenangan yang kami miliki di Kementerian Pertanian karena ini semua tujuannya adalah untuk kepentingan bersama,” tegas Agung.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama