FPRB Balangan Resmi Dikukuhkan, Siap Perkuat Ketangguhan Daerah Hadapi Bencana

DILANTIK: Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi saat melantik dan mengukuhkan Dewan Pengurus FPRB Kabupaten Balangan masa bakti 2025-2029 oleh, di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Selasa (26/5/2026) - Foto Dok BPBD Balangan.


TOPRILIS.COM, KALSEL - Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Balangan diharapkan mampu menjadi wadah sinergi berbagai pihak dalam memperkuat mitigasi dan ketangguhan daerah menghadapi bencana.


Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, usai melantik dan mengukuhkan Dewan Pengurus FPRB Kabupaten Balangan masa bakti 2025-2029 di Aula Benteng Tundakan, Kantor Bupati Balangan, Paringin Selatan, Selasa (26/5/2026).

"Harapan kami apabila terjadi bencana, cepat tanggap bisa kita atasi. Jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh karena penanganan lambat," ujarnya.

Ia berharap FPRB mampu menjalankan peran dan fungsinya secara optimal sehingga dapat memberikan dampak positif terhadap upaya pencegahan dan pengurangan risiko bencana, baik di tingkat institusi maupun masyarakat.


Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H. Rahmi, mengatakan
Balangan menjadi Kabupaten pertama yang melantik dan mengukuhkan FPRB di Kalimantan Selatan.

Menurutnya, keberadaan FPRB sangat strategis sebagai mitra pemerintah daerah dan BPBD Balangan dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana.


"Semoga hadirnya FPRB dapat menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang tangguh dan mampu mengatasi setiap ancaman bencana secara tepat, cepat, dan terukur," tegasnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Kabupaten Balangan, Hafiz Anshari, menyatakan pihaknya berkomitmen menjadikan forum tersebut sebagai ruang kolaborasi yang nyata.


"Kami tentunya tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap dukungan, arahan, serta kerja sama seluruh pihak agar tujuan bersama menjadikan Kabupaten Balangan sebagai daerah yang siaga dan tangguh bencana dapat tercapai," pungkasnya. (MC Balangan/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama