Bupati Balangan Jamin Pendidikan Anak Yatim hingga Perguruan Tinggi

JAMINAN PENDIDIKAN: Pemerintah Kabupaten Balangan jamin pendidikan anak yatim hingga Perguruan tinggi - Foto Istimewa.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Pemerintah Kabupaten Balangan di bawah kepemimpinan Bupati Abdul Hadi kembali menghadirkan program yang berpihak kepada masyarakat melalui jaminan pendidikan bagi anak yatim di Kabupaten Balangan.

Terhitung mulai 1 Juli 2026, setiap kepala keluarga usia produktif yang meninggal dunia, maka dua orang anak yatim dari keluarga tersebut akan mendapatkan jaminan pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi.

Program tersebut merupakan manfaat lanjutan dari kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) yang selama tiga tahun terakhir premi atau polis asuransinya telah dibayarkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan bagi para kepala keluarga usia produktif.

Bupati Balangan Abdul Hadi, Senin (25/5/2026) mengatakan, kebijakan ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap masa depan anak-anak di Balangan, khususnya mereka yang kehilangan tulang punggung keluarga.

Menurutnya, manfaat program tidak hanya berupa perlindungan asuransi jiwa dan kecelakaan kerja, namun juga memberikan jaminan keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak yang ditinggalkan.

“Pemerintah daerah ingin memastikan anak-anak yatim di Balangan tetap bisa melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita mereka. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian pemerintah terhadap masa depan generasi daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan sekaligus menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Balangan.

Dengan adanya program ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berharap tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah akibat kehilangan orang tua sebagai pencari nafkah utama keluarga.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama