TOPRILIS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Abdul Muhari, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi musim pancaroba, termasuk melakukan evakuasi mandiri saat terjadi cuaca ekstrem.
Menurutnya, langkah evakuasi mandiri penting dilakukan apabila hujan berintensitas tinggi terjadi dalam durasi lama, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi pohon maupun struktur yang berpotensi roboh, seperti papan reklame dan bangunan rapuh, saat terjadi angin kencang maupun hujan deras.
Muhari menjelaskan, Indonesia saat ini mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, awal musim kemarau diperkirakan terjadi mulai April hingga Juni 2026 di berbagai wilayah.
"Masa pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan signifikan, seperti hujan tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas," kata dia.
Sejumlah Wilayah yang Akan Menghadapi Hujan Lebat
BMKG memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026.
"Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir dan tanah longsor akibat fenomena cuaca ekstrem," kata dia.
Sejumlah wilayah yang diprakirakan terdampak hujan lebat antara lain Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Khusus di Jawa Tengah, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat pada 1 April 2026 meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang.
"Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana selama periode pancaroba," Muhari menandaskan.(liputan6.com/elh)
Menurutnya, langkah evakuasi mandiri penting dilakukan apabila hujan berintensitas tinggi terjadi dalam durasi lama, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor.
“Masyarakat diimbau untuk melakukan evakuasi mandiri dan mengetahui jalur evakuasi yang aman,” ujar Muhari dalam keterangan tertulisnya yang diterima Liputan6.com, Rabu (1/4/2026).
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi pohon maupun struktur yang berpotensi roboh, seperti papan reklame dan bangunan rapuh, saat terjadi angin kencang maupun hujan deras.
Muhari menjelaskan, Indonesia saat ini mulai memasuki masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, awal musim kemarau diperkirakan terjadi mulai April hingga Juni 2026 di berbagai wilayah.
"Masa pancaroba ditandai dengan perubahan cuaca yang cepat dan signifikan, seperti hujan tiba-tiba, angin kencang, hingga suhu udara yang terasa lebih panas," kata dia.
Sejumlah Wilayah yang Akan Menghadapi Hujan Lebat
BMKG memprediksi hujan lebat hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga 2 April 2026.
"Kondisi ini berisiko memicu bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir dan tanah longsor akibat fenomena cuaca ekstrem," kata dia.
Sejumlah wilayah yang diprakirakan terdampak hujan lebat antara lain Sumatra Barat, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Khusus di Jawa Tengah, wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat pada 1 April 2026 meliputi Kabupaten Tegal, Pemalang, Kudus, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Boyolali, Karanganyar, Kebumen, Purworejo, Kabupaten Magelang, serta Kota Magelang.
"Kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana selama periode pancaroba," Muhari menandaskan.(liputan6.com/elh)
Tags
Nasional
