Mulai Akhir April 2026, Masyarakat Bisa Akses Koleksi Buku Sejarah Indonesia Lengkap

BUKU SEJARAH INDONESIA: Fadli Zon membocorkan buku "Sejarah Indonesia" setidaknya pada akhir April 2026 sudah dapat diakses oleh publik - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan buku "Sejarah Indonesia" setidaknya pada akhir April 2026 sudah dapat diakses oleh publik.

"Mudah-mudahan bisa. Sudah-sudah selesai kalau substansi," ujar Fadli dalam keterangannya di Jakarta dilansir Antara, Kamis (2/4/2026).

Dia menegaskan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sudah selesai secara substansi, namun ada perubahan desain serta revisi layout yang tengah dilakukan.

"Oh iya, buku sejarah ini benar-benar tahap finalisasi. Kemarin sudah jadi semua, tinggal revisi akhirlah. Dan juga desain, ada perubahan desain untuk layout-nya," kata dia.
Dengan demikian, saat ini tim terkait penulisan buku tersebut yang rencananya juga akan dihadirkan dalam bentuk e-book itu, masih menyelesaikan urusan teknis. 

Tujuan Buku Sejarah Indonesia

Sebelumnya, Fadli Zon menargetkan buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global" bisa diakses secara digital dan gratis oleh masyarakat pada Februari 2026, setelah peluncuran pada pertengahan Desember 2025.

"Dan juga tentu ada proses pengalihmediaan. Jadi butuh proses kata mereka kurang lebih 1-2 bulan. Pokoknya, saya targetkan pada bulan Februari, kalau bisa sudah bisa diakses," kata Fadli Zon (7/1).

Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku “Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global” sebagai bagian dari upaya negara merawat memori kolektif dan memperkuat jati diri bangsa pada Minggu (14/12). Penulisan buku, yang dimulai sejak Januari 2025, melibatkan 123 sejarawan dan ahli dari 34 perguruan tinggi di Indonesia.

Buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global", yang terdiri atas 11 jilid, memetakan perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari akar peradaban Nusantara; interaksi global dengan India, Tiongkok, Persia, Timur Tengah, hingga Barat; masa kolonial; pergerakan kebangsaan; perjuangan mempertahankan kemerdekaan; konsolidasi negara; era Orde Baru; hingga reformasi dan konsolidasi demokrasi sampai 2024.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama