Menteri ESDM Umumkan Penemuan Migas Skala Besar di Blok Ganal Kaltim

CADANGAN MIGAS: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan migas berskala besar di Kalimantan Timur - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan penemuan cadangan migas berskala besar di Kalimantan Timur yang diproyeksikan menjadi penopang utama target swasembada energi pada tahun 2030.

“Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali. Ini giant. Dan dengan demikian, selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90.000 barel, dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150.000 barel. Petanya itu kurang lebih sekitar di atas 12 mil dari daratan Kalimantan Timur.” kata Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dikutip dari tayangan Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 21 April 2026.

Bahlil menyebut temuan tersebut berasal dari dua wilayah kerja yakni Blok Geliga dan Blok Gula.

“Yang kedua, saya juga menyampaikan kepada teman-teman bahwa sebelum ditemukan yang Blok Geliga, kita juga menemukan Blok Gula. Nah, Blok Gula ini menghasilkan kurang lebih sekitar gas 2 triliun cubic feet dan 75 juta barel kondensat ekuivalen dengan 75 juta tadi.” ucapnya.

Menurut Bahlil, tambahan ini menjadi strategi krusial untuk menekan ketergantungan impor minyak mentah (crude) dan memenuhi kebutuhan gas domestik, terutama untuk industri hilirisasi dan petrokimia. 

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan kementeriannya kini mengadopsi strategi ofensif dalam mencari potensi migas baru demi mengejar target lifting minyak 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada 2030.(metrotvnews.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama