Lagi-lagi Berprestasi, Tim Listrik SMKN 1 Paringin Juara 1 LKTIN TIOS UAJY

JUARA: Elctriciteam SMKN 1 Paringin Juara 1 LKTIN TIOS Universitas Atma Jaya Yogyakarta - Foto Dok Elctriciteam SMKN 1 Paringin.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Ancaman banjir tidak hanya berdampak pada kerusakan lingkungan dan kerugian materi, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan listrik yang kerap terabaikan.

Instalasi listrik yang terendam air berpotensi menyebabkan korsleting hingga sengatan listrik yang membahayakan keselamatan masyarakat.

Berangkat dari permasalahan tersebut, ajang LKTIN Teknik Industri On The Spot (TIOS) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menjadi ruang bagi pelajar untuk menghadirkan solusi inovatif yang relevan dan aplikatif terhadap kondisi nyata di lapangan.

Dalam kompetisi ini, Elctriciteam SMKN 1 Paringin menghadirkan inovasi bertajuk AMANK AIR 5.1 (Alat Pengaman Kelistrikan dari Banjir). Alat ini dikembangkan sebagai sistem proteksi yang mampu mendeteksi kondisi berbahaya akibat genangan air dan secara otomatis memutus aliran listrik.

Dengan demikian, AMANK AIR 5.1 diharapkan dapat meminimalisir risiko korsleting serta melindungi masyarakat dari potensi bahaya listrik saat terjadi banjir.

Elctriciteam diwakili oleh siswa kompetensi keahlian Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) dengan komposisi tim yaitu Novi Norsfa (kelas 11) sebagai ketua, bersama dua anggota Rezha Maulidy Saputra dan M. Reigi Alfarizi (kelas 10), berhasil menembus tahap final ajang LKTIN TIOS UAJY.

Novi Norsfa, Selasa (7/4/2026) mengatakan,
Presentasi final yang dilaksanakan secara daring pada 21 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Ramadan, mempertemukan dengan lima tim terbaik dari sekitar 30 sekolah peserta tingkat nasional.

"Pada kesempatan tersebut, tim menyampaikan secara komprehensif urgensi permasalahan, mekanisme kerja alat, serta potensi implementasi AMANK AIR 5.1 dalam meningkatkan standar keamanan kelistrikan di wilayah rawan banjir," ujarnya.

Menurutnya, perjalanan menuju tahap ini tidak terlepas dari proses pembelajaran yang intensif, mulai dari pendalaman konsep, latihan presentasi yang berkelanjutan, hingga evaluasi terarah bersama guru pembimbing, Suhada. Proses tersebut tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kritis dan kesiapan tampil di hadapan publik.

"Upaya yang konsisten akhirnya membuahkan hasil membanggakan, dengan diraihnya Juara 1 pada ajang tersebut. Meskipun kompetisi dilaksanakan secara daring, pengalaman ini menjadi pijakan awal yang penting, khususnya bagi anggota kelas 10 dalam membangun mental kompetitif dan kesiapan menghadapi ajang yang lebih besar di masa mendatang. Lebih dari sekadar kemenangan, proses ini menjadi indikator tumbuhnya dedikasi, loyalitas, dan integritas tim dalam mengembangkan inovasi yang berdampak," ungkapnya.

Suhada selaku pembimbing Electriciteam mengungkapkan, sebelumnya tim menghadapi tantangan berupa minimnya pengalaman lomba, khususnya bagi Rezha dan Reigi yang baru pertama kali mengikuti kompetisi. Sedangkan Novi menyoroti tantangan dirinya pada ketepatan menjawab pertanyaan, kelancaran presentasi, serta improvisasi yang masih kaku akibat keterbatasan kosakata, sehingga ia berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan melalui latihan konsisten dan penguatan struktur penyampaian.

Reigi menghadapi kendala utama berupa rasa gugup yang berdampak pada lupa materi, kesimpulan, serta kesulitan menjawab pertanyaan juri, disertai penguasaan gerak yang masih terbatas, sehingga ia harus memperbanyak latihan, memperdalam penguasaan alat, dan membangun kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.

"Sementara itu, Rezha mengalami tantangan pada aspek ekspresi, kekuatan suara, dan kelancaran penyampaian yang terhambat oleh gugup, sehingga ke depan perlu fokus pada latihan penguatan komunikasi verbal dan nonverbal. Refleksi ini menjadi pijakan penting bagi tim untuk terus berkembang dan meningkatkan kualitas performa pada kompetisi selanjutnya," sebutnya.

M. Akmal selaku perwakilan Donatur/Komite LC21, mengapresiasi atas usaha dan prestasi ini sebagai kebanggaan bagi semua pihak, khususnya Divisi Electriciteam. Sebagai donatur, ia merasa bangga karena dukungan yang telah dititipkan mampu memberikan manfaat dan dampak nyata.

Ia juga menambahkan masukkan mengenai perlunya pengembangan desain alat agar lebih menarik. Kemudian Ibu Dasprianti, selaku Kepala Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan, juga mengapresiasi capaian tersebut dengan penuh rasa bangga.

Ia juga menyoroti bagaimana anggota tim dari kelas 10 yang baru pertama kali mengikuti lomba mampu berkolaborasi dengan siswa kelas 11 hingga meraih hasil terbaik. Di balik capaian ini, mereka melalui proses latihan yang intensif, mulai dari presentasi, pengujian alat, hingga melatih penyampaian dan strategi menjawab juri.

Semua dijalani dengan penuh komitmen di tengah Ramadan, namun tetap menjaga semangat dan konsistensi. Hal inilah yang membuat prestasi ini semakin bermakna. LC21 didukung juga penuh dari Sintelnas97 (komunitas Siswa Teladan Nasional 1997) sebagai donatur. Sejauh ini LC21 melalui Divisi Electriciteam telah meraih beberapa prestasi yang dapat dilihat melalui tautan berikut: https://lc21.percayalistrikparingin.com/kompetisi-acara-2026/

"Ke depan, Electriciteam menargetkan agar inovasi AMANK AIR 5.1 tidak hanya menjadi capaian dalam kompetisi, tetapi berkembang menjadi solusi nyata yang dapat diterapkan secara luas untuk meningkatkan keselamatan kelistrikan, khususnya di wilayah rawan banjir. Semangat ini juga sejalan dengan komitmen LC21 untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi berdampak melalui berbagai proyek strategis, sebagai langkah nyata dalam mewujudkan visi komunitas dan memberikan kontribusi berkelanjutan bagi pendidikan serta masyarakat," pungkasnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama