Hadapi Musim Kemarau, BPBD Balangan Perketat Pantauan Titik Panas di Wilayah Rawan

MULAI MENGINTAI: Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi mengungkapkan ancaman karhutla mulai mengintai, BPBD Balangan melakukan pemantauan intensif terhadap setiap anomali suhu yang tertangkap satelit - Foto Dok BPBD Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Peringatan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan kini mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Balangan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan fase awal musim kemarau telah memicu peningkatan titik panas (hotspot) hingga 75 persen di wilayah Kalsel dalam waktu singkat.

Kondisi ini menjadi peringatan keras bagi daerah, mengingat memori kelam karhutla 2015 yang pernah menghanguskan ratusan ribu hektare lahan di Kalsel. Di Balangan sendiri, sinyal kewaspadaan mulai menyala setelah terpantaunya titik panas di lapangan dalam beberapa waktu terakhir.

Merespons perkembangan cuaca tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan memastikan langkah mitigasi di tingkat lokal sudah mulai berjalan. Pengawasan difokuskan pada area-area yang memiliki vegetasi kering dan rentan tersulut api seiring menurunnya curah hujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi mengungkapkan, meskipun ancaman mulai mengintai, sejauh ini kondisi di Bumi Sanggam masih tergolong aman dari kejadian kebakaran besar. Namun, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif terhadap setiap anomali suhu yang tertangkap satelit.

"Wilayah kita Balangan sejauh ini masih aman, tidak ada kejadian karhutla. Meskipun kemarin sempat ada dua hotspot atau titik panas yang terpantau di wilayah Tangalin," ujar Jumaidil, Selasa (28/4/2026).

Guna mengantisipasi perluasan titik api, BPBD Balangan terus memperkuat sinergi dengan instansi vertikal. Koordinasi rutin dilakukan bersama Manggala Agni untuk memantau perkembangan kondisi faktual di lapangan serta memastikan kesiapan personel jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan titik panas.

Selain penguatan koordinasi antarinstansi, BPBD juga masif melakukan edukasi kepada masyarakat luas. Melalui kanal media sosial SIGAB, informasi mengenai kondisi cuaca harian dan peringatan dini terus disebarluaskan agar warga lebih waspada terhadap potensi kekeringan.

"BPBD selalu melakukan koordinasi dengan Manggala Agni untuk memantau kondisi di lapangan. Kami juga melakukan imbauan kewaspadaan kepada masyarakat melalui media sosial SIGAB tentang kondisi cuaca harian serta peringatan dini," tambahnya.

Upaya pencegahan sejak dini ini diharapkan mampu mencegah Balangan terjebak dalam krisis asap seperti tahun-tahun sebelumnya. Masyarakat pun diminta berperan aktif dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat vegetasi permukaan saat ini sudah masuk dalam kategori mudah terbakar akibat berkurangnya kelembapan tanah.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama