Di Reses yang Digelar Samosir, BPJS Kesehatan Hingga Gang Banjir Jadi Sorotan

 

WAWANCARA: Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Dapil Banjarmasin Barat Drs. Saut Nathan Samosir, MBA - Foto Dok Arief


TOPRILIS.COM, KALSEL- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarmasin dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banjarmasin Barat Drs. Saut Nathan Samosir, MBA, kembali menggelar kegiatan penelaahan dan penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka reses masa sidang I tahun 2026, jumat (3/4/2026) lalu di Kota Banjarmasin.

Kegiatan reses ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung melalui wakil rakyat agar bisa ditanggapi oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.

Dalam kesempatan ini, Samosir sapaan akrabnya mengatakan, sejumlah persoalan yang paling menonjol dalam reses kali ini adalah soal status kepesertaan BPJS PBI yang tidak lagi ditanggung pemerintah, serta kondisi beberapa jalan dan gang yang kerap berubah menjadi “kolam” saat hujan.

“Yang paling menonjol tadi masalah BPJS, ada juga jalan yang tergenang sampai seperti kolam. Beberapa gang di Telaga Biru juga memang sudah perlu penanganan pemerintah,” ujarnya.


Dirinya bahkan berjanji akan langsung melakukan survei lapangan di tiga titik lokasi di Telaga Biru usai masa reses untuk menindaklanjuti keluhan warga terkait banjir lingkungan dan kerusakan gang.

Selain itu dirinya juga menyoroti persoalan data desil penerima bantuan BPJS yang dinilai masih belum tepat sasaran. Menurutnya, ada warga yang secara ekonomi masih tergolong menengah ke bawah namun tidak lagi mendapat tanggungan BPJS dari pemerintah.

“Kalau melihat kondisi di lapangan, klasifikasi desil 1 sampai 10 ini menurut kami masih belum pas. Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait agar bisa ditinjau kembali,” tegasnya.

Bahkan janjinya, persoalan ini juga akan dibawa dalam rapat komisi DPRD saat pembahasan LKPJ, agar bisa menjadi bahan evaluasi bersama dengan dinas sosial dan instansi terkait.

Salah satu warga Belitung Selatan, Nanda Naibahu, mengaku sangat terbantu dengan adanya program aspirasi yang menyentuh sektor kesehatan.

Ia menceritakan, keluarganya sempat mengalami kesulitan saat anaknya harus menjalani operasi akibat penyakit kelenjar getah bening, sementara BPJS keluarga mereka sudah tidak aktif karena tunggakan sejak usaha restoran milik keluarga bangkrut saat pandemi Covid-19.

“Biaya operasi itu puluhan juta, kami benar-benar bingung. Alhamdulillah setelah dibantu melalui aspirasi Pak Samosir dan ditindaklanjuti ke dinas sosial, akhirnya anak saya bisa segera operasi,” ujarnya haru.

Menurut dia bantuan tersebut sangat berarti bagi masyarakat kecil yang mengalami persoalan kesehatan mendesak namun terkendala biaya.

Selain layanan kesehatan, warga juga menyampaikan keluhan terkait infrastruktur lingkungan, terutama gang-gang sempit yang sering terendam air dan membutuhkan peningkatan kualitas drainase.

Penulis: Arief Rahman

Lebih baru Lebih lama