| PEMBINAAN: Pembinaan dan simulasi relawan destana oleh BPBD Balangan - Foto Dok BPBD Balangan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam rangka peningkatan kapasitas relawan Desa Tangguh Bencana (Destana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Balangan melaksanakan kegiatan Pembinaan Relawan Desa Tangguh Bencana, bertempat di Ruang Terbuka Hijau, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan Pembinaan Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) diikuti oleh perwakilan aparat desa, Ketua Satlinmas dan Ketua BPD dari 4 desa di Kecamatan Paringin yaitu Desa Paran, Desa Lamida Bawah, Desa Kalahiang dan Desa Sungai Ketapi dan 5 desa di Kecamatan Paringin Selatan yaitu Desa Inan, Desa Maradap, Desa Bungin, Desa Murung Jambu dan Desa Baruh Bahinu Luar.
Kegiatan dimulai paparan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD) tentang Penggunaan Dana Desa dalam Kebencanaan.
Kemudian dilanjutkan dari Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan dengan paparan teknik pertolongan korban bencana disertai praktek dan juga materi tentang indikator Destana.
Rio dari Dinas PPPAPPKBPMD Kabupaten Balangan menyampaikan, peran PMD untuk program Destana diantaranya terkait regulasi dan anggaran desa.
"Kami mendorong dan mengawal agar Pemdes mengalokasikan Dana Desa untuk kegiatan Pengurangan Risiko Bencana. Sesuai Permendesa, Dana Desa boleh untuk pembentukan Forum PRB, pelatihan relawan, rambu evakuasi, dan logistik," ujarnya.
Selain itu pembinaan aparatur desa seperti melatih Kepala Desa dan perangkat agar paham tupoksi dalam penanggulangan bencana.
Kemudian integrasi ke dokumen desa dengan memastikan RPJMDes & RKPDes memuat program kebencanaan.
"Jadi Destana bukan program tempelan, tapi masuk perencanaan prioritas desa," ungkapnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Jumaidil Hairi mengatakan, Berdasarkan Peraturan Kepala BNPB No.1 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pembentukan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana bahwa Destana merupakan bentuk penguatan kapasitas pada Kawasan yang memiliki resiko tinggi terhadap ancaman bencana.
Ia menyampaikan, tujuan kegiatan Pembinaan Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) ini adalah memberikan sosialisasi keterlibatan dan peran serta relawan dalam kegiatan penanggulangan bencana.
"Meningkatkan kapasitas relawan agar dapat bekerja dengan terkoordinasi, efektif dan efisien, serta meningkatkan kinerja serta daya dan hasil guna kegiatan relawan," katanya.
Menurutnya, kegiatan pembinaan relawan Destana ini dirangkaikan dengan Simulasi Evakuasi dalam rangka peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026 yang diperingati setiap tanggal 26 April.
Dari kegiatan Pembinaan Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) diperoleh hasil dengan ditetapkannya 9 desa menjadi Desa Tangguh Bencana Kabupaten Balangan Tahun 2026.
Ke 9 desa tersebut akan melengkapi administrasi atau legalitas relawan dengan menerbitkan SK Kepala Desa tentang Tim Relawan Desa Tangguh Bencana.
"Ke 9 desa juga dapat membuat perencanaan anggaran kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat ataupun relawan dalam menghadapi ancaman bencana di desanya, merencanakan kebutuhan sarana prasarana sesuai dengan potensi ancaman bencana desanya serta kebutuhan logistic pada saat tanggap bencana," jelasnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penyelamatan korban bertempat Ruang Terbuka Hijau para peserta tampak antusias saat praktik evakuasi korban.
Salah satu relawan Destana mengaku senang dengan metode pembinaan ini. “Jadi lebih paham karena langsung praktik. Pulang dari sini kami siap tularkan ilmunya ke warga desa,” ujarnya.(rls/elhami)
Tags
BPBD Balangan