Beli HP Baru di Arab Saudi, Jemaah Haji Wajib Daftar IMEI Saat Tiba di Tanah Air

WAJIB DAFTAR IMEI: Ditjen Bea Cukai mengimbau jemaah haji 2026 yang membeli handphone baru di Tanah Suci untuk segera mendaftarkan kode IMEI saat tiba di tanah air - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) atau Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan mengimbau jemaah haji untuk senantiasa mematuhi ketentuan yang ada.

Termasuk saat membawa telepon genggam atau handphone (HP) baru agar mengikuti proses kepabeanan, dengan mendaftarkan kode International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Kepala Seksi Impor III DJBC Cindhe Marjuang Praja tidak memungkiri adanya jemaah haji yang membeli ponsel baru di Tanah Suci, lantaran HP miliknya hilang atau rusak ketika menjalankan proses ibadah.

Namun, Cindhe meminta jemaah bersangkutan untuk tidak lupa mendaftarkan kode IMEI, agar dapat memperoleh akses ke jaringan seluler di Indonesia.

"Di Indonesia sendiri untuk membawa atau memasukan handphone itu ada ketentuan dari K/L terkait yang prinsipnya kalau memang belum didaftarkan tidak akan bisa mengakses jaringan lokal," ujarnya dalam sesi sosialisasi secara daring, Kamis (16/4/2026).

Cindhe menjelaskan, jemaah yang pulang membawa barang baru dari Arah Saudi nantinya akan menjalani proses di kepabeanan, untuk mengidentifikasi nilai barang yang dibawa. Dengan merekam nomor IMEI serta identitas dari masing-masing jemaah.

"Ketika jemaah haji pulang membawa handphone, komputer genggam, komputer tablet, jemaah harus memberitahukan dulu kepada petugas bea cukai di bandara kedatangan," ungkap dia.
 
Pembebasan Bea Masuk untuk Haji Reguler

Adapun dalam penyelenggaraan haji, DJBC memberikan pembebasan bea masuk atas seluruh barang bawaan oleh jemaah haji reguler. Di sisi lain, jemaah haji khusus tetap diberikan pembebasan bea masuk, dengan nilai kepabeanan (FOB) maksimal USD 2.500.

"Kemudian nanti akan diseleksi terkait nilai barangnya, apakah itu barang yang di bawah USD 2.500 atau lebih. Ketika memang ada barang lain yang dibawa, oleh-oleh dan sebagainya, untuk jemaah haji khusus nanti akan dijumlahkan," bebernya.

Pasca melakukan prosesi di kantor pabean, data nantinya akan diteruskan ke sistem Central Equipment Identity Register (CEIR), agar perangkat bersangkutan bisa dipakai dalam jaringan nasional.

"Setelah proses di kepabeanan itu nanti datanya akan disampaikan kepada CEIR, baru nanti bisa mengakses jaringan yang ada di dalam negeri," tutur Cindhe.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama