![]() |
| BELAJAR BERSAMA: Kegiatan belajar bersama penggunaan Aplikasi Agenda Surat Digital yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, di SDN Kasai, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan - Foto Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Upaya transformasi digital di lingkungan sekolah dasar mulai menunjukkan perkembangan positif. Hal ini terlihat dalam kegiatan belajar bersama penggunaan Aplikasi Agenda Surat Digital yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, di SDN Kasai, Kecamatan Batumandi, Kabupaten Balangan.
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah staf tata usaha (TU) dari berbagai sekolah dasar di Kecamatan Batumandi. Tujuannya bukan sekadar mengenalkan aplikasi, tetapi juga menyamakan persepsi dalam penginputan data surat masuk dan surat keluar agar lebih rapi, sistematis, dan konsisten.
Kepala SDN Kasai, Subhan Saputra, yang turut memandu kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa aplikasi yang digunakan sebenarnya cukup sederhana. Namun, melalui kegiatan bersama ini, para peserta dapat memahami standar penulisan dan pengelolaan data yang seragam.
“Kalau digunakan masing-masing tanpa kesepakatan, bisa saja terjadi perbedaan penulisan yang justru menyulitkan ke depannya. Karena itu, penting untuk menyamakan persepsi sejak awal,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti simulasi penginputan data surat dengan lancar. Tidak ditemukan kendala berarti, bahkan beberapa peserta terlihat cepat beradaptasi dan mampu mengelola data dengan baik.
Salah satu peserta menunjukkan kemampuan yang cukup menonjol dalam pengelolaan data surat secara digital, menandakan bahwa adaptasi terhadap teknologi di kalangan tenaga administrasi sekolah mulai berkembang.
Menariknya, inisiatif ini menjadikan sekolah-sekolah dasar di Kecamatan Batumandi sebagai komunitas pertama di Kabupaten Balangan yang secara bersama-sama menerapkan digitalisasi pengelolaan surat.
Digitalisasi yang dilakukan tidak hanya sebatas pencatatan nomor surat, tetapi juga mencakup pengarsipan dokumen secara digital. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, mempermudah pencarian dokumen, serta meminimalkan risiko kehilangan arsip.
Langkah ini sekaligus menjadi contoh nyata bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak selalu harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa dari kebutuhan administratif yang sederhana namun berdampak luas.(rls/elhami)
