![]() |
| JANGAN PANIK: Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro meminta masyarakat tenang, tidak panik, dan tidak melakukan penimbunan BB terkait BBM cadangan sekitar 20 hari - Foto Net. |
TOPRILIS.COM, JAKARTA - Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro meminta masyarakat tenang, tidak panik, dan tidak melakukan penimbunan BB karena justru berdampak buruk terhadap ekonomi.
Dia meyakini cadangan sekitar 20 hari, bukan berarti bahwa setelah itu BBM akan habis, karena Pertamina tentu terus melakukan stabilisasi stok.
Komaidi melanjutkan yang dimaksud cadangan sekitar 20 hari adalah cadangan operasional, semacam inventory. Cadangan tersebut, berada dalam penyimpanan atau storage.
”Masyarakat tidak perlu khawatir. Karena yang namanya 20 hari, tidak kemudian 20 hari ke depan habis. Tapi ketika dijual, katakanlah hari ini dijual seribu, Pertamina akan mendatangkan juga seribu, bahkan lebih. Karena mereka berkepentingan, bisnis mereka running terus,” kata Komaidi.
Sebagai ilustrasi, Komaidi memisalkan toko. Ketika barang terjual, pasti akan membeli lagi untuk mengisi stok.
Dan kondisi seperti itu, jelasnya, sebenarnya juga sudah berlangsung lama dan reguler. Tidak hanya saat ini saja.
Cadangan sekitar 20 hari tersebut, menurut Komaidi, bahkan lebih tinggi dibandingkan beberapa negara lain, termasuk Laos dan Vietnam.
”Vietnam 15 hari cadangan operasionalnya. Laos hanya 10 hari. Artinya, sebetulnya ini sesuatu yang biasa,” imbuhnya.
Oleh karena itu, Komaidi berharap masyarakat tenang, termasuk menjelang IdulFitri karena Pertamina tentu sudah mempersiapkan pendistribusian dengan baik, termasuk melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri.
”Dan saya kira stok di masing-masing wilayah juga sudah aman,” imbuhnya.(jpnn.com/elh)
Tags
Bisnis
