![]() |
| IDULFITRI 2026: Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026 - Foto Net. |
TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah resmi menetapkan Hari Raya Idulfitri atau 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Hal ini merujuk dari Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 Tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menjelaskan alasan menetapkan Hari Raya Idulfitri lebih awal dibandingkan dengan pemerintah.
"Maklumat Muhammadiyah ini normal terjadi dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal," kata Haedar Nashir dikutip Selasa (3/2).
Haedar menegaskan maklumat tersebut tidak bertujuan mendahului dan meninggalkan pihak lain dalam penentuan Idulfitri.
"Ini hal yang lumrah terjadi setiap tahun, sebagaimana juga berbagai organisasi Islam itu mengeluarkan kalender, baik kalender hijriah yang berisi tanggal dalam hijriah yang ada irisan dengan ritual ibadah, atau mungkin juga kalender miladiyah (masehi) yang terkait dengan tanggal yang menyangkut kegiatan publik," katanya.
Haedar menuturkan bila terjadi perbedaan maka kaum muslimin perlu menjunjung tinggi saling menghargai dan menghormati.
"Sehingga, pesan ini justru akan memperkuat niat kita dalam beribadah," ucapnya.
Untuk menyelesaikan masalah perbedaan, kata Haedar, Muhammadiyah terus mendorong seluruh pihak dalam mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Menurut dia, KHGT diharapkan tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia, sehingga perbedaan itu tidak terus berulang.
"Sehingga, tidak lagi ada perbedaan dan tidak lagi ada kegiatan yang bersifat membuat ikhtilaf atau berbeda dalam penentuan," tutur Haedar Nashir.(jpnn.com/elh)
Tags
Religi
