Menteri LH Minta Pemda Siaga Lonjakan Sampah Selama Libur Lebaran

ANTISIPASI SAMPAH: Menteri LH mengingatkan para pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi kenaikan timbulan sampah selama libur lebaran yang mencapai 143 juta orang pemudik - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri LH atau Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk bersiap menghadapi kenaikan timbulan sampah di wilayah masing-masing saat periode libur Lebaran 2026.

Saat meninjau Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Selasa 17 Maret 2026, Hanif menyampaikan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sekitar 143,91 juta orang akan melakukan mudik Lebaran dan kembali ke kampung halaman pada tahun ini.

"Ada sekitar 143 juta pergeseran masyarakat dari kota-kota besar ke daerah-daerah. Artinya maka sampah yang timbul dalam satu harinya bisa dikalikan 0,5 kilogram," ujar Hanif, melansir Antara, Rabu 18 Maret 2026.

Hanif menambahkan, banyaknya jumlah pemudik tersebut berpotensi meningkatkan volume sampah secara signifikan, terutama di rest area serta daerah tujuan mudik yang umumnya memiliki kapasitas pengelolaan sampah lebih terbatas dibandingkan di kota-kota besar.

Oleh karena itu, Pemda diminta untuk segera mempercepat langkah antisipatif seperti menyiapkan fasilitas penampungan sementara, meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah, serta memastikan operasional Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tetap optimal selama periode libur panjang.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan beragam lapisan mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga komunitas lokal sebagai upaya pengurangan sampah dari sumbernya sekaligus edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah.

Pergeseran Wilayah Timbulan Sampah
Selain itu, Hanif juga menjelaskan timbulan sampah yang biasanya dihasilkan di wilayah seperti Jakarta akan bergeser ke daerah tujuan mudik yang memiliki fasilitas dan kemampuan pengolahan beragam di setiap wilayahnya.

Ia meminta kepada pemerintah setempat untuk menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi pengolahan sampah dari para pemudik.

"Kami sudah memerintahkan, meminta kepada wali kota dan bupati sebagai penanggung jawab utama sampah untuk segera menyikapi ini," tutur Hanif.

Kemudian Hanif juga mengingatkan semua aturan terkait pengelolaan sampah sudah dimiliki, dan meminta agar pemda mengikutinya sesuai dengan ketentuan.

Sebelumnya, Kemenhub memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada Rabu (18/3/2026) dengan estimasi pergerakan masyarakat pada hari tersebut dapat mencapai 21,97 juta orang.

Lonjakan jumlah pemudik ini memungkinkan potensi timbulan sampah di berbagai rest area mengalami peningkatan, sehingga perlu adanya koordinasi antara Pemda dan petugas di rest area setempat terkait pengelolaan sampah.(liputan6.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama