Mendagri Tito Soal WFH Sehari Sepekan: Enggak Masalah, Kita Sudah Berpengalaman

WFH SEHARI: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah segera mengumumkan skema kerja fleksibel berupa work from home (WFH) - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan pemerintah segera mengumumkan skema kerja fleksibel berupa work from home (WFH).

Menurut dia, kebijakan WFH untuk aparatur sipil negara (ASN) maupun karyawan perusahaan swasta seharusnya tidak menjadi masalah.

“Enggak masalah kalau saya, saya yakin enggak akan masalah, karena ini bukan pengalaman pertama ini,” ucap Tito di Kantor Staf Presiden (KSP), Jakarta Pusat, pada Rabu (25/3).

Tito menjelaskan WFH satu hari dalam satu pekan seharusnya bisa dijalankan kantor pemerintahan dan perusahaan swasta.
Mengingat, kebijakan WFH sudah diterapkan saat pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

“Ini pada waktu zaman Covid itu kan WFH bahkan sempat hanya WFO-nya hanya 25 persen. Jadi, bukan sesuatu yang baru, tetapi kita punya pengalaman,” kata dia.

Walau begitu, kantor pemerintahan yang bergerak di bidang pelayanan publik dipastikan tidak akan menerapkan WFH.

“Hal-hal yang esensial seperti angkutan, kemudian yang melayani emergensi, rumah sakit, kebersihan harus tetap jalan,” tuturnya.

Adapun, kebijakan satu hari WFH dalam sepekan itu tetap bakal diputuskan langsung oleh presiden.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah tengah menyiapkan skema kerja fleksibel berupa work from home (WFH).

Hal itu mesti dilakukan pemerintah sebagai respons terhadap kenaikan harga minyak dunia yang mencapai 100 dolar AS per barel akibat konflik di Timur Tengah.

"Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja, di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home," ujar Airlangga di Jakarta, Kamis (19/3). (jpnn.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama