![]() |
| INOVASI DIKA: Kesbangpol Balangan Perkenalkan Inovasi DIKA untuk Menjamin Objektivitas dan Akuntabilitas - Foto Dok Kesbangpol Balangan. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Balangan resmi meluncurkan inovasi Digitalisasi Kebangsaan DIKA (Digital Seleksi Paskibraka).
Inovasi ini dirancang sebagai solusi strategis untuk memodernisasi tahapan seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) melalui pendekatan teknologi yang terintegrasi dengan nilai-nilai kebangsaan.
Inovasi DIKA diinisiasi oleh Tri Joko Mulyono sebagai respons terhadap urgensi standarisasi nasional dan kebutuhan akan sistem seleksi yang bebas dari subjektivitas serta intervensi pihak luar.
Sistem ini mengacu pada landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.
Ia mengungkapkan, meningkatkan kepercayaan publik melalui transparansi adalah salah satu fokus utama dari inovasi DIKA, yakni untuk penghapusan celah nepotisme dan praktik "peserta titipan" yang sering menjadi kendala dalam seleksi manual.
Menurutnya, melalui fitur Dashboard nilai peserta dan sistem QR Code hasil seleksi, seluruh proses penilaian kini dapat diakses secara terbuka oleh peserta maupun orang tua secara real-time.
“Digitalisasi Kebangsaan tidak hanya menjawab aspek efisiensi, tetapi juga menjaga substansi nilai Pancasila dan menjamin keadilan sosial melalui tata kelola digital yang etis dan akuntabel, sebagaimana tertuang dalam dokumen usulan inovasi tersebut," ujarnya, Rabu (11/3/2026).
Keunggulan teknologi dan metode penilaian DIKA menghadirkan pembaruan signifikan pada metode pengujian, antara lain Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) Adaptif dimana penggunaan soal berbasis studi kasus untuk memetakan karakter Pancasila secara lebih akurat.
Kemudian Analitik Video PBB Implementasi motion analysis untuk memberikan penilaian objektif terhadap baris-berbaris, Audit Digital Penyediaan, dimana jejak data digital yang kuat untuk mempermudah proses audit dan pengawasan independen, serta Implementasi dan Dampak Strategis Tahapan seleksi berbasis DIKA direncanakan mulai diimplementasikan secara penuh pada 1 Februari 2026.
Ia mengharapkan dengan adanya inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Balangan berkomitmen untuk menciptakan ekosistem seleksi yang inklusif, di mana setiap calon peserta berangkat dari titik awal yang adil tanpa membedakan latar belakang wilayah maupun akses informasi.
"Diharapkan, melalui DIKA, Kabupaten Balangan dapat menjadi pionir dalam transformasi digital pembinaan ideologi bangsa, sekaligus menghasilkan putra-putri daerah yang berkualitas tinggi dan berintegritas," pungkasnya.(rls/elhami)
Tags
INOVDA BALANGAN
