Efisiensi BBM Nasional, WFH Satu Hari Tidak Berlaku untuk ASN Pelayanan Publik

WFH: Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan setelah Lebaran 2026 - Foto Net.

TOPRILIS.COM, JAKARTA - Pemerintah memastikan kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) mulai diterapkan setelah Lebaran 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan langkah ini sebagai upaya penghematan energi di tengah kenaikan harga minyak dunia.

Airlangga menjelaskan saat ini skemanya adalah satu hari WFH dalam seminggu. Kebijakan ini berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan diimbau pula untuk sektor swasta.

“Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kami akan berlakukan," ujar Airlangga, Minggu (23/3).

Airlangga menuturkan aturan WFH ini tidak berlaku bagi pegawai yang bekerja di sektor publik.

Sebab, sektor publik harus tetap berjalan meski para ASN dan pegawai swasta mendapatkan WFH selama satu hari.

"WFH untuk ASN dan pegawai swasta, tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik,” ujar Airlangga.

Airlangga menambahkan pemerintah juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi berjalan efektif.

Terpisah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan penerapan WFH sehari dapat memberikan dampak efisiensi energi, khususnya penghematan bahan bakar minyak (BBM).

“Ada hitungan, WFH bisa menghemat seperlima, kira-kira 20 persen penggunaan BBM),” kata Purbaya.

Purbaya menjelaskan alasan kebijakan ini hanya diberlakukan sehari adalah untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas kerja dan produktivitas.

“Nanti libur terus. Nanti enggak kerja-kerja. Ya WFH biar gimana tuh kadang-kadang ada hal-hal yang enggak bisa dikerjakan dengan baik dengan WFH,” ujarnya.

Purbaya menambahkan apabila WFH diberlakukan sehari misalnya pada Jumat, maka akan tercipta rangkaian akhir pekan yang lebih panjang, Jumat–Sabtu–Minggu. 
Hal ini dinilai dapat mendorong aktivitas rumah tangga sekaligus memberikan dorongan kecil bagi sektor pariwisata.(jpnn.com/elh)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama