BPBD Balangan Ikuti Pelatihan Mitigasi, Upaya Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Daerah

IKUTI PELATIHAN: BPBD Balangan ikuti Pelatihan Mitigasi dan Pencegahan Bencana untuk tingkatkan kesiapsiagaan bencana daerah yang digelar oleh BPBD Provinsi Kalsel - Foto Dok BPBD Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan aparat dalam mengurangi risiko bencana, BPBD Provinsi Kalimantan Selatan gelar Pelatihan Mitigasi dan Pencegahan Bencana bertempat di Villa Akung Kabupaten Banjar selama dua hari (30-31/3/2026).

Dari Kabupaten Balangan diikuti BPBD Balangan sebanyak 2 peserta  yang mengikuti kegiatan tersebut yaitu Jafung Analis Kebijakan Bidang Darlog, dan Pengelola Layanan Operasional Bidang PK, serta diikuti juga 2 orang perwakilan sebagai peserta Desa dari DESTANA Baruh Panyambaran dan dari Desa Ju'uh.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Jumaidil Hairi mengatakan setelah menghadiri pembukaan bahwa pelatihan seperti ini menjadi sangat penting, bukan hanya sebagai formalitas saja, tetapi sebagai upaya nyata menyelamatkan masyarakat dari potensi bencana yang bisa saja terjadi.

“Penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD atau pemerintah semata. Ini adalah tanggung jawab kolektif yang membutuhkan keterlibatan aktif dari masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut pelatihan ini juga bukan hanya soal bagaimana menghadapi gempa, banjir, atau tanah longsor. Lebih dari itu adalah tentang bagaimana membangun budaya sadar risiko di tengah masyarakat. 

“Semoga pelatihan ini berjalan lancar, membawa manfaat nyata, dan mampu menumbuhkan kesadaran di masyarakat tentang pentingnya budaya siaga bencana yang berbasis kearifan lokal,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan Ronny Eka Saputra mengatakan, Kalimantan Selatan telah melewati ujian berat, mulai dari banjir besar pada awal tahun 2021 yang lalu, hingga tantangan serupa yang kembali dihadapi pada periode 2025/2026 ini. 

Menururnya, rentetan kejadian tersebut menjadi pengingat keras bahwa risiko bencana di banua, khususnya terkait kerentanan terhadap banjir, merupakan ancaman nyata yang memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan.

"Pada tahun 2026 ini berdasarkan informasi BMKG, ada potensi terkait el nino di wilayah Indonesia, dimana ini juga berpengaruh terhadapa wilayah Kalimantan Selatan yang memiliki risiko tinggi bencana kebakaran hutan dan lahan yang semakin berpotensi karena pengaruh el nino yang mengakibatkan musim kemarau menjadi lebih panjang," ungkapnya.

Oleh karena itu, dua bencana ini yaitu banjir dan kebakaran hutan dan lahan menjadi potensi bencana yang menjadi prioritas untuk ditanggulangi bersama.

Salah satu upaya penanggulangan bencana yaitu dengan menggelar kegiatan kesiapsiagaan dengan peningkatan kapasitas personil dan aparat penanggulangan bencana di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan.

"Upaya pengurangan risiko bencana (prb) harus dimulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik itu aparatur pemerintah maupun masyarakat di tingkat desa," ujarnya.

Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ke depan, mulai hari ini hingga Selasa besok, bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah wadah penguatan koordinasi dan sinkronisasi antara bpbd provinsi, kabupaten/kota, hingga ke level desa melalui destana.

"Selama pelatihan ini, peserta akan dibekali dengan materi strategis, mulai dari analisis tren cuaca ekstrem, manajemen sar, hingga pemulihan trauma bagi kelompok rentan. Pada hari kedua, peserta akan terjun langsung ke lapangan untuk mensimulasikan skenario banjir bandang secara terpadu," jelasnya.

Ia menekankan beberapa poin penting kepada peserta yaitu gunakan kesempatan ini untuk mengasah kemahiran teknis, terutama dalam pengoperasian alat standar kebencanaan dan radio komunikasi.

"Pelaksanaan kegiatan simulasi ini diharapkan memperkuat sinergi dalam penanggulangan bencana bagi BPBD kabupaten/kota dengan berfokus pada manajemen komando tanggap darurat, alur komunikasi dan distribusi bantuan. Sedangkan bagi rekan-rekan desa tangguh bencana, akan fokus pada evakuasi mandiri dan pertolongan pertama," pungkasnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama