![]() |
| INOVASI BOENGAS: UPTD Puskesmas Tanah Habang Kabupaten Balangan menghadirkan inovasi bertajuk "Boengas" (Berkolaborasi Informasi Kesehatan) - Foto Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam upaya beradaptasi dengan era digitalisasi dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, UPTD Puskesmas Tanah Habang Kabupaten Balangan menghadirkan inovasi bertajuk "Boengas" (Berkolaborasi Informasi Kesehatan).
Inovasi berbasis aplikasi mobile ini dirancang untuk menjawab tantangan akses layanan kesehatan serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tanah Habang.
Adapun kebaharuan inovasi ini adalah Integrasi Layanan dan Respon Real-Time dimana inovasi Boengas terus mengalami pengembangan berkelanjutan untuk memastikan relevansinya bagi pengguna.
Pada tahun 2024, kebaharuan aplikasi ini mencakup fitur bantuan operasional bagi masyarakat agar penggunaan aplikasi lebih optimal, serta integrasi dengan aplikasi kesehatan lainnya seperti Si Balang dan Sehati.
Memasuki tahun 2025, Boengas semakin memperluas jangkauannya dengan mengintegrasikan Upaya Peduli Tuberkulosis (UPT).
Teknologi ini memungkinkan masyarakat memantau kondisi kesehatan secara real-time, seperti detak jantung dan saturasi oksigen, serta menyediakan kanal komunikasi langsung antara tenaga kesehatan dan pasien.
Kehadiran Boengas bertujuan utama untuk memudahkan pasien dalam menerima informasi kesehatan yang akurat secara mandiri.
Secara spesifik, inovasi ini menargetkan peningkatkan pelayanan promotif dan preventif di masyarakat, meminimalkan dampak komplikasi penyakit melalui deteksi dini.
Kemudian memberikan pemahaman yang benar untuk meluruskan mitos-mitos kesehatan yang berkembang di masyarakat, dan menyediakan solusi bagi pasien yang terkendala jarak dan waktu untuk mendapatkan konsultasi medis.
Dampak positif dari inovasi Boengas telah dirasakan oleh berbagai pihak. Bagi Masyarakat, aplikasi ini memfasilitasi kebutuhan nutrisi, penggunaan obat yang tepat, hingga bantuan darurat melalui lokasi tenaga kesehatan terdekat.
Tercatat pada tahun 2025, sebanyak 967 orang telah menjadi penerima manfaat langsung dari inovasi ini.
Keberhasilan inovasi ini nyata terlihat pada beberapa indikator kesehatan penting seperti penurunan angka stunting, secara signifikan dari 21% pada 2022 menjadi 15,4% pada 2024, cakupan pemantauan ibu hamil melonjak drastis dari 61% (2023) menjadi 95% (2024).
Kemudian melalui integrasi terbaru, tercapai kondisi Zero Drop Out, di mana tidak ada lagi pasien TBC yang berhenti berobat sebelum masa terapi selesai, serta bagi Pemerintah Daerah dan Puskesmas, Boengas memudahkan pengawasan kinerja instansi dan koordinasi langkah penyelesaian masalah kesehatan di lapangan secara lebih cepat.
Dengan adanya Boengas, Puskesmas Tanah Habang berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek layanan, tetapi menjadi subjek yang mandiri dan peduli terhadap kesehatan lingkungan serta diri sendiri.(rls/elhami)
Tags
INOVDA BALANGAN
