![]() |
| MALAM MONITORING: PT Adaro Indonesia menggelar Malam Monitoring dan Capacity Building Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan program - Foto Dok Adaro Indonesia. |
TOPRILIS.COM, KALSEL - PT Adaro Indonesia menggelar Malam Monitoring dan Capacity Building Beasiswa Utusan Daerah (BUD) yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan program. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 31 Januari 2026, di Bumi Gumati, Bogor.
Acara dihadiri perwakilan PT Adaro Indonesia, Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Ketua Tim BUD IPB University, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan ini menjadi ruang evaluasi sekaligus penguatan kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan.
CSR Department Head PT Adaro Indonesia, Iwan Ridwan, menyebut momentum ini bermakna karena mempertemukan seluruh pihak yang selama ini mengawal keberlanjutan program BUD.
“Momentum ini menjadi sangat bermakna bagi kami karena mempertemukan seluruh pemangku kepentingan yang selama ini bersama-sama mengawal dan mendukung keberlanjutan program pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan,” ujarnya.
Saat ini, program BUD menaungi 39 mahasiswa IPB University dan 19 mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta. Pada kesempatan tersebut, Adaro juga mengundang enam mahasiswa penerima Beasiswa EGAT Thailand yang menempuh pendidikan di UPN Veteran Yogyakarta.
Iwan menjelaskan, pada tahap awal proses seleksi mahasiswa asal Thailand, CSR PT Adaro Indonesia berperan sebagai mitra pendukung dalam membantu pelaksanaan program. Ia memandang kolaborasi seperti ini sebagai bentuk sinergi lintas institusi yang perlu terus dijaga dan dikembangkan.
Ia menegaskan, keberhasilan program BUD tidak terlepas dari peran berbagai pihak.
“Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan perguruan tinggi, yayasan pengelola, pemerintah daerah, hingga komitmen para mahasiswa,” katanya.
Atas dasar itu, Adaro menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menjaga keberlanjutan program.
Kepada mahasiswa penerima beasiswa, Iwan berharap kesempatan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara maksimal. “Kami berharap adik-adik mahasiswa menjadi insan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan ini diharapkan dapat mempererat silaturahmi dan memperkuat kolaborasi. “Menumbuhkan semangat bersama dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pendidikan,” ucapnya.
Rektor UPN Veteran Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi, menyampaikan kesiapan kampus dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang pertambangan untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kami menyiapkan tenaga ahli di bidang pertambangan untuk terus mengembangkan tambang yang mampu berkontribusi pada daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kebijakan pemerintah terkait hilirisasi tambang menjadi perhatian serius kampus.
“Sekarang pemerintah sudah menegaskan tambang harus dihilirisasi. Maka kami membuka metalurgi,” katanya.
Menurut Irhas, Program Studi Metalurgi difokuskan pada pengolahan hasil tambang bernilai tambah. Program ini disiapkan untuk menopang hilirisasi mineral.
Ia berharap, ke depan mahasiswa BUD dapat mengambil peran dalam penguatan hilirisasi. “Kami berharap mahasiswa yang dididik bisa kembali ke daerahnya untuk mengembangkan pembangunan di daerah masing-masing,” ujarnya.
Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah IPB University, Ibnul Qayyim, mengingatkan mahasiswa agar tidak melupakan pihak yang telah mendukung mereka.
“Kalau Anda terima beasiswa, tolong jangan lupa kepada Adaro dan pemerintah kabupaten,” ujarnya.
Ia membandingkan kondisi mahasiswa tanpa beasiswa dengan mereka yang mendapatkan dukungan pendidikan.
“Dengan beasiswa, Anda mendapatkan lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan bulanan,” katanya. “Bayarlah beasiswa itu dengan prestasi dan pengabdian,” sambungnya.
Ia menegaskan, mahasiswa bebas berkarya di mana pun setelah lulus. “Di mana pun Anda berada, Anda bisa membangun dunia,” katanya.(PT Adaro Indonesia/elh)



