Dinkes Balangan Ubah Pola Penanganan HIV dengan Inovasi GRAHA ASLI PARINGIN

SOSIALISASI: Dinkes Balangan melakukan sosialisasi sebagai upaya penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Balangan - Foto Dinkes Balangan.

TOPRILIS.COM, PARINGIN - Dinas Kesehatan Kabupaten Balangan meluncurkan inovasi GRAHA ASLI PARINGIN sebagai langkah strategis untuk memperkuat penanggulangan HIV AIDS. Program ini dirancang untuk menggeser pola lama yang selama ini lebih banyak menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.

Inovator GRAHA ASLI PARINGIN, Graha Eka Satria, mengatakan inovasi tersebut lahir dari evaluasi terhadap efektivitas program HIV di Balangan. Selama ini, penanganan dinilai belum optimal karena banyak pengidap HIV tidak terdeteksi sejak dini.

“Kalau hanya menunggu pasien bergejala datang ke puskesmas atau rumah sakit, artinya kita sudah terlambat. Ketika datang, sebagian sudah masuk fase AIDS,” ujar Graha, Ahad (22/2).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya risiko kematian akibat HIV AIDS. Ketika pengidap tidak mengetahui status HIV dan tidak menjalani pengobatan antiretroviral secara rutin, peluang pengendalian penyakit menjadi semakin kecil.

Selain persoalan deteksi, Graha juga menyoroti masih kuatnya stigma negatif dan rendahnya pengetahuan masyarakat tentang HIV AIDS. Menurutnya, stigma membuat masyarakat enggan memeriksakan diri, sementara ketidaktahuan mendorong perilaku berisiko.

“Banyak yang tidak sadar bahwa perilaku berisiko bisa berdampak pada kesehatan mereka. Di sisi lain, stigma membuat orang takut untuk terbuka dan memeriksakan diri,” katanya.

Melalui GRAHA ASLI PARINGIN, Dinas Kesehatan Balangan menitikberatkan tiga kegiatan utama. Pertama, deteksi dini HIV secara aktif ke lapangan melalui kerja sama dengan puskesmas. Kedua, penyebarluasan informasi melalui sosialisasi berkelanjutan. Ketiga, pendampingan pengobatan bagi orang dengan HIV.

Graha menyebutkan, deteksi dini dilakukan melalui layanan VCT mobile yang menyasar lokasi-lokasi dengan populasi berisiko. Pendekatan personal digunakan agar pemeriksaan dapat dilakukan tanpa tekanan dan tetap menjaga kerahasiaan.

Dalam aspek pengobatan, puskesmas berperan aktif mendampingi pasien HIV agar tetap terhubung dengan layanan PDP HIV di RSUD Datu Kandang Haji Balangan. Pasien yang mengalami kendala transportasi atau biaya dibantu agar tidak terputus dari pengobatan.

“Pendampingan ini penting supaya pasien disiplin minum obat, kondisi kesehatannya terpantau, dan secara psikologis tetap kuat,” ujarnya.

Graha berharap inovasi GRAHA ASLI PARINGIN dapat mempercepat penemuan kasus sejak dini, menekan angka kematian akibat HIV AIDS, serta meningkatkan kualitas hidup orang dengan HIV di Kabupaten Balangan.(rls)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama