BAHANDAL, Inovasi Pelatihan ASN Berbasis Webinar Untuk Wujudkan ASN Profesional dan Berdaya Saing

INOVASI BAHANDAL: BAHANDAL (Belajar Handal Dalam Jaringan), yaitu model pelatihan ASN berbasis webinar yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan daya saing ASN Kabupaten Balangan - Foto Dok BKPSDM Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong perubahan paradigma dalam pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN. Metode pelatihan konvensional berbasis klasikal memiliki keterbatasan, antara lain keterbatasan waktu, biaya, serta jangkauan peserta.

Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya pemenuhan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN secara merata dan berkelanjutan, khususnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Balangan yang memiliki keterbatasan sumber daya dan kebutuhan pelatihan yang beragam.

Sementara itu, realisasi pemenuhan kompetensi ASN secara nasional masih relatif rendah, sehingga strategi inovatif perlu terus didorong di daerah untuk memperluas akses pelatihan dan mendukung ASN dalam mencapai target minimal jam pelatihan tahunan yang diwajibkan dalam ketentuan pengembangan kompetensi ASN yaitu melaksanakan pengembangan kompetensi minimal 20 JP/tahun bagi PNS atau maksimal 24 JP/tahun bagi PPPK.

Kepala BKPSDM Kab. Balangan, H. Sufriannor mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur merupakan salah satu faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Menurutnya, Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk memiliki kompetensi yang adaptif terhadap perkembangan regulasi, teknologi informasi, serta dinamika kebutuhan masyarakat.

"Sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Balangan, penguatan kapasitas ASN menjadi agenda strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kualitas layanan publik," ujarnya.

Di sisi lain, kebijakan nasional mendorong pelaksanaan pengembangan kompetensi ASN melalui pendekatan nonklasikal yang fleksibel, inovatif, dan berbasis teknologi digital.

Ia mengungkapkan, pelatihan berbasis webinar menjadi salah satu alternatif strategis yang mampu menjawab tantangan tersebut karena dapat dilaksanakan tanpa batasan ruang dan waktu, menjangkau peserta secara luas, serta lebih efisien dari sisi anggaran.

Namun demikian, pemanfaatan pelatihan berbasis webinar perlu dirancang secara sistematis, terstruktur, dan berkelanjutan agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kompetensi ASN.

"Melihat kondisi tersebut dan tantangan penyelenggaraan pelatihan tatap muka yang terkendala oleh anggaran, mobilitas, dan waktu, metode pelatihan online seperti webinar menjadi solusi strategis untuk mengatasi hambatan tersebut sekaligus meningkatkan akses dan pemerataan kesempatan belajar bagi ASN di Kabupaten Balangan," tuturnya.

Inovator Kholik Mawardi menambahkan,
Berdasarkan kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui BKPSDM Kab. Balangan memandang perlu adanya sebuah inovasi pelatihan nonklasikal yang mampu mengintegrasikan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN dengan pemanfaatan teknologi digital.

"Inovasi tersebut diwujudkan melalui BAHANDAL (Belajar Handal Dalam Jaringan), yaitu model pelatihan ASN berbasis webinar yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan daya saing ASN Kabupaten Balangan," ungkapnya.

Inovasi BAHANDAL diharapkan menjadi salah satu solusi strategis dalam pengembangan kompetensi ASN Lingkup Pemerintah Kab. Balangan yang sejalan dengan visi–misi bupati, mendukung transformasi digital pemerintahan, serta berkontribusi pada peningkatan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan.
 
"BAHANDAL diharapkan mampu mendukung terwujudnya ASN yang handal, adaptif terhadap perubahan, serta siap menghadapi tantangan pembangunan daerah," pungkasnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama