![]() |
| RESMIKAN SR: Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan dalam rangka meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang berada di 34 Provinsi - Foto Net. |
TOPRILIS.COM, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (12/1/2026). Giat kali ini dalam rangka meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang berada di 34 Provinsi.
Pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru sekitar pukul 11.24 WITA. Dia langsung disambut oleh baris berbaris dari siswa.
Dalam kesempatan itu, Prabowo memecah ketegangan para siswa dengan menyapa mereka satu persatu. Beberapa kali pula Kepala Negara memperbaiki pakaian para pelajar tersebut.
Setelah sambutan, Prabowo bergerak ke ruang belajar. Seorang guru tengah mengajar bahasa Inggris menggunakan papan digital.
Tidak ketinggalan, dia juga menyempatkan meninjau perpustakaan yang tersedia di sekolah tersebut.
Adapun kegiatan ini memang dipusatkan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, yang berada dilingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Prabowo didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala daerah dalam momen peresmian Sekolah Rakyat. Diperkirakan, sekitar dua ribu peserta dari berbagai unsur juga ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.
Sejumlah siswa Sekolah Rakyat dari Jakarta, Bogor, Bekasi, Tangerang Selatan, Aceh Besar, Malang, Probolinggo, Jombang, Pasuruan, Kupang, Makassar, dan Jayapura, juga turut datang ke Banjarbaru. Mereka memberikan penampilan khusus di hadapan Prabowo, mulai dari paduan suara, teater, pidato, hingga atraksi baris variasi.
Langkah Strategis
Sekolah Rakyat sebagai langkah strategis untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Program ini merupakan inisiatif langsung dari Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pada tahun 2025, sebanyak 166 titik lokasi Sekolah Rakyat Rintisan telah beroperasi. Tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara tujuh lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku tujuh lokasi, dan Papua enam lokasi.
Sekolah Rakyat Rintisan saat ini menampung 14.846 siswa dan didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).
Seiring beroperasinya sekolah rakyat rintisan, tahun ini pembangunan Sekolah Rakyat Permanen juga sudah dimulai di 104 titik lokasi. Tersebar di Sumatera 26 lokasi, Jawa 40 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 3 lokasi, Kalimantan 12 lokasi, Sulawesi 16 lokasi, Maluku empat lokasi, dan Papua tiga lokasi.
Sebagai miniatur pengentasan kemiskinan, Sekolah Rakyat terhubung dengan berbagai program prioritas nasional. Para siswa mendapatkan dukungan kesehatan melalui Cek Kesehatan Gratis, pemenuhan gizi lewat Program Makan Bergizi Gratis, serta perlindungan kesehatan melalui PBI Jaminan Kesehatan.
Jangkau Keluarga Siswa
Sekolah Rakyat juga menjangkau keluarga siswa. Selain menerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan, sembako, dan Program ATENSI, keluarga didorong mengikuti Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi agar mampu mandiri dan meningkatkan taraf hidup.
Dukungan hunian layak melalui Program Tiga Juta Rumah serta penguatan ekonomi melalui keanggotaan Koperasi Desa Merah Putih, sebagai upaya pengentasan kemiskinan berbasis keluarga.(liputan6.com/elh)
Tags
Nasional
