![]() |
| KLINIK MONALISA: Kecamatan Tebing Tinggi menerapkan inovasi unggulan bernama Klinik Monalisa (Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa) - Foto Dok Istimewa. |
TOPRILIS.COM, KALSEL – Dalam rangka meningkatkan efektivitas pembangunan dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di tingkat desa, Kecamatan Tebing Tinggi meluncurkan inovasi unggulan bernama Klinik Monalisa (Monitoring dan Evaluasi Pengelolaan Keuangan Desa).
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa serta rumitnya prosedur pertanggungjawaban keuangan yang selama ini sering menjadi kendala.
Salah satu aspek paling menonjol dari Klinik Monalisa adalah transformasi metode pelayanannya. Jika sebelumnya proses monitoring dan konsultasi dilakukan sepenuhnya secara tatap muka, pada tahun 2024 inovasi ini memperkenalkan sistem konsultasi daring melalui link Google Form.
Kebaharuan ini memungkinkan aparat desa untuk menyampaikan permasalahan dan data dukung tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengefektifkan waktu penyelesaian kendala administratif karena koordinasi dapat dilakukan secara real-time, mempercepat proses rekomendasi dan permohonan pencairan Dana Desa melalui akses regulasi terbaru yang mudah dijangkau secara digital.
Inisiator inovasi, Pahriansyah, S.Pd, Kamis (29/1/2026) menjelaskan, bahwa Klinik Monalisa memiliki tujuan strategis untuk memastikan setiap rupiah Dana Desa memberikan dampak nyata.
Menurutnya, Klinik Monalisa memiliki keunggulan dibandingkan sistem monitoring biasa karena melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Pendamping Profesional dari Kemendesa dalam prosesnya.
Manfaat nyata yang dirasakan oleh desa-desa di Kecamatan Tebing Tinggi antara lain Memperkuat hubungan kerja antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan, meningkatkan kualitas penyusunan laporan pertanggungjawaban sehingga sesuai dengan regulasi yang berlaku, membantu pemerintah desa mengenali potensi lokal yang belum tersentuh melalui observasi langsung di lapangan.
Adapun keberhasilan inovasi ini terlihat dari capaian tahun 2024, di mana serapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik mencapai 90%, dan diproyeksikan meningkat hingga 95% pada tahun 2025.
"Dengan implementasi Klinik Monalisa, diharapkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) di seluruh wilayah Kecamatan Tebing Tinggi terus meningkat, sejalan dengan visi Membangun Desa Menata Kota," tutupnya.(rls/elhami)
Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa serta rumitnya prosedur pertanggungjawaban keuangan yang selama ini sering menjadi kendala.
Salah satu aspek paling menonjol dari Klinik Monalisa adalah transformasi metode pelayanannya. Jika sebelumnya proses monitoring dan konsultasi dilakukan sepenuhnya secara tatap muka, pada tahun 2024 inovasi ini memperkenalkan sistem konsultasi daring melalui link Google Form.
Kebaharuan ini memungkinkan aparat desa untuk menyampaikan permasalahan dan data dukung tanpa harus datang langsung ke kantor kecamatan, mengefektifkan waktu penyelesaian kendala administratif karena koordinasi dapat dilakukan secara real-time, mempercepat proses rekomendasi dan permohonan pencairan Dana Desa melalui akses regulasi terbaru yang mudah dijangkau secara digital.
Inisiator inovasi, Pahriansyah, S.Pd, Kamis (29/1/2026) menjelaskan, bahwa Klinik Monalisa memiliki tujuan strategis untuk memastikan setiap rupiah Dana Desa memberikan dampak nyata.
"Tujuan utamanya meliputi melihat dan meneliti langsung hasil kegiatan fisik di lapangan guna memperoleh gambaran realisasi yang akurat sebagai bahan evaluasi ke depan. Menciptakan mekanisme kendali yang harmonis untuk meminimalisir penyalahgunaan keuangan desa. Memberikan pembinaan intensif kepada perangkat desa mengenai tata kelola keuangan yang benar," ujarnya.
Menurutnya, Klinik Monalisa memiliki keunggulan dibandingkan sistem monitoring biasa karena melibatkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Tenaga Pendamping Profesional dari Kemendesa dalam prosesnya.
Manfaat nyata yang dirasakan oleh desa-desa di Kecamatan Tebing Tinggi antara lain Memperkuat hubungan kerja antara Pemerintah Desa dan Pemerintah Kecamatan, meningkatkan kualitas penyusunan laporan pertanggungjawaban sehingga sesuai dengan regulasi yang berlaku, membantu pemerintah desa mengenali potensi lokal yang belum tersentuh melalui observasi langsung di lapangan.
Adapun keberhasilan inovasi ini terlihat dari capaian tahun 2024, di mana serapan anggaran dan penyelesaian proyek fisik mencapai 90%, dan diproyeksikan meningkat hingga 95% pada tahun 2025.
"Dengan implementasi Klinik Monalisa, diharapkan nilai Indeks Desa Membangun (IDM) di seluruh wilayah Kecamatan Tebing Tinggi terus meningkat, sejalan dengan visi Membangun Desa Menata Kota," tutupnya.(rls/elhami)
Tags
INOVDA BALANGAN
