DPRD Baru Tinjau Dampak Sedimentasi di DAM Trinsing, PT EBA Siap Bertanggung Jawab

 

PANTAU: DPRD Kabupaten Barut bersama sejumlah instansi terkait melakukan kunjungan ke kawasan DAM Trinsing untuk melihat langsung kondisi di lokasi yang terdampak - Foto Dok Nett


BANUATODAY.COM, KALTENG- Pasca Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan menindaklanjuti laporan masyarakat terkait keruhnya air dan turunnya kualitas lingkungan di kawasan DAM Trinsing, Kecamatan Teweh Selatan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Barito Utara (Barut) bersama sejumlah instansi terkait melakukan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi di lokasi yang terdampak.

Dalam pengecekan tersebut ditemukan adanya sedimentasi di DAM Trinsing, pendangkalan saluran irigasi, serta keruhnya air yang berdampak pada sektor pariwisata, perikanan, dan pertanian. 

Air yang keruh menyebabkan pemandian DAM Trinsing, yang menjadi daya tarik wisata daerah serta sumber PAD sektor pariwisata, mengalami penurunan minat kunjungan. UMKM yang berada di sekitar lokasi juga mengeluhkan turunnya pendapatan akibat berkurangnya wisatawan.

Dampak lain yang dirasakan masyarakat antara lain terganggunya budidaya ikan, karena air keruh menyebabkan ikan tidak dapat berkembang biak dengan normal, serta penurunan produktivitas pertanian, khususnya tanaman padi, akibat kualitas air irigasi yang menurun.

Pihak PT EBA, yang lokasi bekas galian tambangnya diduga menjadi sumber sedimentasi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pemerintah daerah. 

Mereka menyatakan kesediaan untuk bertanggung jawab, termasuk melakukan reklamasi, normalisasi sungai, penjernihan air, dan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat. KTT PT EBA Bayu beserta pihak HRD turut hadir langsung dalam kunjungan lapangan tersebut.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi DAM Trinsing yang kini terdampak sedimentasi cukup berat. Ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi sudah berdampak langsung pada ekonomi masyarakat pariwisata turun, UMKM terpukul, perikanan dan pertanian terganggu. Kami meminta PT EBA untuk menjalankan tanggung jawabnya secara serius, dan hari ini mereka sudah menyatakan komitmen itu. DPRD akan terus mengawal sampai pemulihan benar-benar terlaksana,” kata anggota DPRD Kabupaten Barut Patih Herman AB yang ikut dalam peninjaun lapangan tersebut, Selasa (18/11/2025).


Kemudian, Anggota DPRD lainnya Ardianto menyampaikan bahwa air yang keruh ini jelas mengganggu kehidupan warga. DAM Trinsing selama ini menjadi kebanggaan masyarakat dan salah satu destinasi wisata andalan daerah. 

“Kami berharap normalisasi sungai dan reklamasi bekas tambang segera dilakukan. Kami ingin dampak ini tidak berlarut-larut dan masyarakat bisa kembali menikmati air yang bersih,” tegas Politisi Partai Demokrat ini.

Tidak berbeda, Anggota DPRD Kabupaten Barut Gun Sriwitanto menyampaikan bahwa ia bersama anggota DPRD lainnya turun langsung ke lapangan untuk melihat fakta-fakta dilapangan bahwa kerusakan lingkungan sudah mengganggu banyak sektor. 

“Kami mendorong pemerintah daerah dan perusahaan untuk bergerak cepat melakukan pemulihan. Ini adalah wujud tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Trinsing,” tukasnya.

Sumber: Nett

Lebih baru Lebih lama