Empat Lulusan PTDI-STTD Perkuat Pelayanan di Dishub Balangan

PENYERAHAN: Penyerahan surat keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil formasi lulusan PTDI-STTD tahun 2023 di Aula BKPSDM Balangan - Foto Dok Dishub Balangan.

TOPRILIS.COM, KALSEL - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Balangan, Musa Abdullah berharap empat orang lulusan Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI) - Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) agar mampu memberikan kontribusi bagi pelayanan di bidang perhubungan.


Para taruna lulusan PTDI-STTD juga diharapkan menguasai teknologi termutakhir, seperti Intelligent Transport System agar pelayanan perhubungan menjadi lebih efektif dan efisien, sehingga menjadi bagian dari solusi bersama atas masalah seperti kemacetan lalu lintas, krisis energi fosil, dan pencemaran lingkungan akibat polusi kendaraan.
“Mari kita bersama berupaya mewujudkan birokrasi di semua tingkatan yang profesional dan berkarakter untuk mewujudkan Balangan maju," ujar Kadishub Musa Abdullah usai penyerahan surat keputusan Calon Pegawai Negeri Sipil formasi lulusan PTDI-STTD tahun 2023 di Aula BKPSDM Balangan, Senin (1/4/2024).
Lebih lanjut ia menuturkan, bahwa Dishub Balangan saat ini terus mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) agar memiliki keahlian. Ia pun berkeyakinan lulusan PTDI-STTD dapat memenuhi harapan tersebut.

Selain itu, lulusan PTDI-STTD juga diharapkan menjadi SDM unggul yang juga mendukung kinerja kepala daerah.


“Saya berharap dengan ditetapkan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil (PNS) lulusan dari PTDI-STTD jadi bagian yang bisa mendukung kinerja bupati melalui Dishub,” katanya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan pentingnya peran PTDI-STTD dalam mencetak SDM berkompeten di bidang perhubungan, PTDI-STTD juga memiliki peran untuk memenuhi kebutuhan ASN di daerah.

“SDM yang dibutuhkan bukan cuma terampil tapi juga attitude yang bagus, disiplin, sopan santun, dan semangat pantang menyerah dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” pungkasnya.(rls/elhami)

Muhammad Elhami

“sesobek catatan di antara perjalanan meraih yang kekal dan memaknai kesementaraan; semacam solilokui untuk saling mengingatkan, saling menguatkan, berbagi keresahan dan kegetiran, keindahan dan kebahagiaan, agar hidup menjadi cukup berharga untuk tidak begitu saja dilewatkan”

Lebih baru Lebih lama